Rabu, 11 Maret 2015

Biarkan Cinta Memilih

          Namaku Gita, aku sekolah di SMAN 4, hari ini adalah hari pertamaku MOS, jadwal MOS kali ini adalah mengelilingin sekolah secara berpasangan, aku bingung, karena aku belum mendapat pasangan, akhirnya ada seseorang menghampiriku dan mengajakku untuk berpasangan dengannya. Namanya Adji, orang yang benar-benar baik, kalau gak ada dia, mungakin aku gak bisa ikut MOS.

          Semenjak itu aku kenal Adji, dan lama kelamaan aku pun semakin dekat dengan Adji, kami memiliki hobby yang sama yaitu “BASKET” kami sering bermain bersama, bahkan istirahat bersama, sering aku bermain Basket dengannya hingga tumbulah rasa untuk Adji yang mungakin Adji belum tau. Tiba-tiba seorang cewek yang tak asing lagi bagi ku datang, erin, ya, dia adalah musuhku, dia tidak pernah ingin melihatku bahagia, setiap orang yang aku sukai akan ia rebut, berbagai cara ia lakukan untuk menjauhkan ku dari orang-orang yang aku sukai. Tapi keyakinan ku pasti, aku bisa memiliki Adji!!.

          Erin masuk ke lapangan untuk bergabung bersama kamu, adji tidak menolaknya, namun aku sudah merasakan sesuatu akan terjadi padaku. Yap benar, dia memanas-manasiku, dengan cara sok akrablah dengan Adji, namun aku hanya terdian, hingga akhirnya, aku tidak bisa menahannya lagi, aku pergi dengan muka sedih, marah, cemburu, kesal jadi satu. Adji yang melihat langakahku pergi dari lapangan, langsung berlari menghampiriku dan memegang pergelangan tanganku “kamu mau kemana Git?” Tanyanya, aku tak menjawabnya, aku langsung pergi meninggalkan adji dan erin.

          Sepulang sekolah, aku dihadang oleh adji di depan gerbang sekolah, adji menarik tanganku dan membawaku ke taman belakang sekolah dan berkata “aku mau ngomong sama kamu, aku suka sama Gita” Ujar Adji. Mendengar kata-kata adji, aku kaget, ternyata adji memiliki rasa yang sama terhadapaku, tapi, erin? Bagaimana dengan erin? Buat apa aku memikirkan nasibnya? Ini nasib baikku, aku tidak boleh menyinyiakannya. “Aku, juga suka dji sama kamu” jawabku “ya udah, kalau gitu, kamu mau gak jadi pacarku?, kalau kamu gak mau, ya udah gak apa-apa kok, aku gak maksa, dan aku harap kamu nerima aku atas dasar hati nurani kamu, bukan karena terpaksa” ujar adji panjang lebar “iyaa dji, aku mau kok, buat apa aku gak mau, Kalau aku juga sama kamu, tapi aku takut dji” jawabku “kenapa!” Tanyanya “aku takut, disaat kita pacaran nanti ada seseorang yang gak suka sama hubungan kita, dan dia ngerusak hubungan kita” lirihku “gak semua itu, gak bakal aku biarin terjadi, hubungan kita bakal baik-baik aja”. Aku tersenyum mendengar kata-kata adji.

          Kini sudah hampir 1 tahun 6 bulan kami berhubungan, meski kadang hubungan kami terkoyak karena ulah erin, namun, hubungan di antara kami, tetap terjalin atas dasar kasih sayang yang besar di antara kami.
- Sumber : Cerpenmu.com